Ubi jalar kini diakui dunia sebagai satah satu superfood baru yang memitiki
manfaat besar bagi kesehatan
manusia. Tanaman yang di sejumlah negara disebut Sweet Potato itu telah dinobatkan sebagai 'juara dalam
'kompetisi' kekayaan nutrisi ketompok sayur-sayuran yang diselenggarakan
oleh Asosiasi Ahli Nutrisi Amerika Serikat.
Di antara
beberapa jenis ubi yang ada, ubi ungu yang ada. Miliki kandungan
gizi yang paling tinggi. Di samping itu ungunya telah memberikan kandungan
antosianin ying tinggi, yang
bermanfaat untuk menangkal dan berbagai penyakit kronis dan mematikan. Ubi ungu mengandung berbagai zat antioksidan lainnya yang inembantu tubuh menangkat radikal bebas. Dalam ubi ungu terkandung beta karoten dan
serat yang tinggi, karbohidrat kompleks, berbagai vitamin dan mineral sehingga
sangat bagus untuk kesehatan. Bagusnya lagi ubi ungu memiliki kalori dan indeks
glikemik yang rendah.
Sayangnya, datam
masyarakat kita ubi justru ditinggatkan. Seperti dikatakan Dr. Irsyatrusad.
Sp.Pd, anak-anak kita sekarang barangkali banyak yang tidak lagi mengenat ubi
jalar. Di kota-kota besar, mereka pasti lebih familiar dengan sereal, pizza,
donat, kentang goreng atau makanan impor lain yang mulai mewabah di negeri kita
ini. Bahkan, tidak hanya anak-anak, kita pada umumnya juga seperti telah
metupakannya. la memberikan ilustrasi, di dapur kita, datam lemari kita, ubi
jalar sudah menjadi barang langka.
Dokter spesiatis
penyakit datam dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu bertutur,
waktu masih kecil, di kampungnya, di
kaki Gunung Merapi, banyak orang yang menanam ubi jalar ini. Sebagai anak
petani tentu saja is juga menanamnya. Waktu itu Ubi jalar ini menjadi pengganti
makanan pokok nasi. Di samping dimakan begitu saja setelah direbus, bisa juga
diolah dulu.
Yang menjadi
kesenangan saya waktu itu adatah, setelah direbus, dibuang kutitnya, kemudian
dipadatkan dalam cetakan, bisa mangkok, piring, atau yang lain. Setetah padat
ditaburi sedikit guta dan ketapa yang sudah diparut, kemudian diiris-iris
sesuai dengan kemauan kita," kenang Irsyal Rusad, seperti dikutip
kompas.com.
Ubi yang dipitih,
kata dia, biasanya yang berwarna merah, yang telah didiamkan beberapa hari di
kAndang, di bawah rumah-rumah kebanyakan waktu itu. KAndang seperti ini dalam
bahasa Minang disebut "lambumah". Ubi jalar yang didiamkan setelah
beberapa hari terasa tebih gurih dan manis. "Bagi saya, rasa ubi jalar
yang diolah seperti itu tebih enak dari donat yang sekarang menjadi makanan
idota anak-anak kita," kata dia.
Sayang, kata dia,
waktu berkunjung ke kampung beberapa tahun yang lampau, is lihat tidak ada lagi
petani yang menanamnya. Pada umumnya, mereka menanam padi sepanjang tahun.
Apakah karena harganya yang murah atau ada alasan lain, is tidak tahu secara
pasti. "Karenanya, orang kampung sekarang jarang mengkonsumsinya,
paling-paling sesekali sebagai pendamping minum kopi," katanya.
Di tuar negeri,
is juga melihat ubi cenderung ditinggalkan. Di Amerika, barangkali juga di
Eropa, ubi jalar ini hanya dicari waktu perayaan thanksgiving, setelah itu
ditinggalkan.
Namun di beberapa
negara, ubi jalar merupakan produk komersial yang cukup diminati.
Negara-negaraseperti Jepang, Cina, dan Korea Setatan tetah lama rnemanfaatkan
bahan pangan ini sebagai produk olahan bernilai gizi tinggi, dan secara
ekonomis memiliki peluang pisar yang besar.
Bahkan industri
di Vietnam sudah menggunakan tepung ubi jalar sebagai bahan bakunya
. Pati ubi jalar
juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan koun, bahan
pengentat, pengisi, pengikat, pemanis atau rlrrla cair), kimia, kertas, tekstil
bahkan sebagai bahan Iriku biodegradable plastic.
Beberapa tahun
yang silam di Indonesia penggunaan ubi jalar sebagai bahan makanan masih
terbatas dalam bentuk makanan tradisional, seperti ubi rebus, goreng, kolak,
gethuk, timus, dan keripik, sehingga citranya rendah. Namun setelah tahun 2000,
walaupun belum begitu masif, pemanfaatan ubi jalar sebagai bahan pangan dan non
pangan mulai bervariasi. Tren konsumsi ubi jalar pun mengalami kenaikan.
Sekarang telah
beredar berbagai jenis minuman yang dibuat dari olahan ubi jalar ungu, misalnya
sirup dan .anngur ubi ungu. Satah satu inovasi dan kreasi terbaru setelah
mengotah ubi jatar ungu menjadi Nata de Purple sweet Potato, minuman yang sehat
dan menyegarkan.
Penelitian-penelitian
terdahulu mengenai pengolahan ubi jalar
menghasitkan berbagai macam produk, antara lain sirup fruktosa, manisan kering
ubi jalar, french fries mie ubi jatar, setai, flakes ubi jatar, biskuit ubi
jatar, reconstituded chips, minuman ubi puree ubi jalr, yogurt ubi jalar dan
lain.lain.
Komentar
Posting Komentar