Mengenal Bawang Merah dan Manfaatnya
I. Asal-Usul Bawang
KELUARGA tanaman bawang diduga
telah digunakan sebagai bahan masakan selama ribuan tahun yang silam. Pada Abad
Perunggu, dapat dilacak jejak-jejak bawang pada batu dan bush ara yang
bertanggal tahun 5000 SM. Akan tetapi tidak jelas, apakah bawang pada saat itu
sudah dibudidayakan atau tumbuh secara liar.
Bukti-bukti arkeologis dan
literatur seperti Buku Nomor 11:5 menyatakan budidaya mungkin sudah dilakukan
sekitar 2000 tahun kemudian di Mesir Kuno. Pada saat yang sama juga telah
dibudidayakan bawang putih dan bawang prai.
Literatur lainnya menyebutkan
bahwa tanaman ini dari Asia Tengah, terutama Palestina dan India. Ada juga
literatur yang memperkirakan bawang berasal dari Asia Tenggara dan
Mediterranean.
Nara sumber lain menduga
asal-usul bawang merah dari Iran dan pegunungan sebelah Utara Pakistan, namun
ada juga yang menyebutkan asal tanaman ini dari Asia Barat dan Mediterranean,
yang kemudian berkembang ke Mesir dan Turki. Bawang memang dengan mudah
menyebar karena begitu mudah diangkut dan disimpan. Orang-orang Mesir Kuno
bahkan mengapalkannya.
Orang Mesir Kuno percaya bentuk
bulat dan lingkaran konsentrik pada bawang merupakan simbol kehidupan
abadi.Begitu juga halnya dengan kulit bawang. Dan bawang sendiri sering
digunakan sebagai suatu persembahan untuk Para Dewa Sungai Nil. Mereka juga
percaya bawang bisa menghindarkan orang dari penyakit dan akan meningkatkan
kekuatan tubuh
Bawang sering digambarkan dalam
huruf dan desain yang dipahat pada piramida. Para pekerja yang memba-ngun
piramid Mesir diberi makan sayuran lobak dan bawang. Bahkan Mereka juga dibayar
dengan bawang.
Bawang ditempatkan dalam makam
raja-raja, seperti Tutankhamen.
Bukti-bukti penempatan bawang di
makan raja-raja Mesir Kuno ditemukan pada persendian mata Ra-messes IV. 7)
Menurut kepercayaan Mesir Kuno, bawang ditempatkan di makan sebagai makanan dan
obat untuk orang-orang yang melakukan perjalanan di alam baka.
Bawang sangat populer pada zaman
Yunani Kuno. Tidak hanya bawang, tapi juga anggota keluarga allium lainnya
seperti bawang putih dan bawang prai. Orang Yunani Kuno percaya bahwa bawang
menjaga kesehatan, kejantanan,
dan kesuburan mereka, Para
serdadu akan diberi makanan bawang, yang dianggap dapat meningkatkan semangat
pe-rang mereka. Para atlet memakan bawang dalam jumlah besar karena dipercaya
meningkatkan keseimbangan darah.
Bangsa Romawi memiliki pandangan
yang kasar terhadap bawang. Bagi mereka roti dan bawang adalah makanan untuk
orang miskin. Pada zaman itu orang-orang kaya memandang rendah makanan dari
bawang. Namun orang Romawi percaya bawa rasa yang tajam dari bawang bisa
mengusir setan.
Sesudah tahun 1300 Belanda mulai
memakan lebih banyak buah dan sayuran. Perhitungan Lembaga Uskup Utrecht
menunjukan adanya pembelian dalam jumlah besar bawang merah dan bawang putih.
Bawang mulai digunakan dalarn gulai atau sop kental, yang dikenal sebagai
pottage.
Di Amerika bawang menjadi lebih
populer di bawah pengaruh imigran Spanyol, Yunani dan Italia. Pembudidayaan
bawang mulai diperkenalkan di Amerika Utara oleh Christopher Columbus pada
ekspedisinya tahun 1492 ke Hispaniola. Akan tetapi mereka menemukan kumpulan
tanaman bawang liar sudah tumbuh di seluruh penjuru Ame-rika Utara.
Penduduk pribumi Indian
menggunakan bawang liar de-ngan berbagai cara. Mereka memakannya begitu saja
atau dimasak, sebagai bumbu atau sayuran. Bawang seperti itu juga digunakan
untuk sirup, untuk poultices, sebagai bahan pewarna dan sebagai mainan
anak-anak.
Orang Indian juga memanggang
bawang, lalu melumu-rinya dengan madu dan menggunakannya untuk mengobati
gigitan ular. Dan bahkan sampai saat ini orang-orang yang terkena demam
dinasehati untuk menempatkan cacahan bawang pada tempat tidur mereka. Aromanya
yang tajam melancarkan saluran udara dan karenanya membebaskan rasa sesak.
Orang-orang yang kerongkongannya sakit sering diminta mengompres dengan cacahan
bawang.
Bawang juga diresepkan oleh
dokter pada awal abad ke-16 untuk membantu kesuburan wanita, dan bahkan anjing,
kucing dan sapi dan banyak binatang piaraan rumah lainnya. Akan tetapi bukti
terakhir menunjukan bahwa anjing, kucing, babi guinea, dan binatang-binatang
lainnya dalam beberapa kasus tidak boleh diberikan bawang karena bisa meracuni
ketika sudah mulai dicerna.
Pada abad ke-17 orang sering
menyantap gulai daging, ikan, atau unggas. Pada musim panas sayuran hijau
digunakan untuk memasak. Di musim dingin orang memasak buncis, wortel, dan buah
plum, yang dipadu dengan cacahan bawang.
Orang miskin hampir tak bisa
membeli daging. Pada saat itu makanan yang mengandung sayuran hijau dan bawang menjadi
santapan utama (Leyden, 1603). Pada abad 18- 19 buku-buku resep tentang masakan
bawang hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. Tapi saat ini bawang ada di
mana-mana. Bawang kini terbukti bersifat serba guna di banyak negara. 16)
Kebutuhan akan bawang tampaknya
semakin lama se-makin meningkat. Apalagi dengan pesatnya pertumbuhan industri
makanan olahan. Ini akan membuat negara produsen harus bersiap meningkatkan
kuantitas maupun kualitas produksinya. Tak terkecuali dengan Indonesia yang
sampai saat ini tak masuk hitungan sebagai produsen utama bawang dunia.
Produksi bawang dunia sekarang
ini diperkirakan telah mencapai sekitar 64 juta ton yang berasal dari 3,45 juta
ha (FAO, 2007). Negara-negara produsen bawang utama dunia
Komentar
Posting Komentar