ASAL USUL SRIKAYA
Sampai saat ini belum diketahui daerah yang menjadi
asal-usul tanaman srikaya. Tanaman ini banyak ditanam di Amerika Selatan yang
dikenal sebagai daerah tropis. Tanaman ini juga ditanam di Amerika Tengah tapi
lebih jarang. Tanaman srikaya banyak dijumpai dan ditanam di Meksiko Selatan,
Hindia Barat, Bahama dan Bermuda. Penanaman yang lebih jarang terjadi di
Florida Selatan. Di Jamaika, Puerto Rico, Barbados, dan di berbagai daerah
kering North Queensland, Australia, di luar budidaya ditemukan tumbuh liar di
padang rumput, hutan dan di sepanjang tepi jalan.
Orang-orang Spanyol mungkin membawa biji-bijian dari Dunia
Baru (benua Amerika) ke Philipina dan orang-orang Portugis disebut-sebut teiah
memperkenalkan srikaya ke India Selatan sebelum tahun 1590. Tanaman Srikaya
tumbuh di Indonesia awal abad ke-17 dan secara luas ditanam di China Selatan,
Queensland, Australia, Polynesia, Hawaii, daerah tropis Afrika, Mesir dan
dataran rendah Palestina.
Budidaya paling besar terjadi di India. Di sini banyak juga
pohon srikaya yang tumbuh liar dan buahnya sangat populer dan melimpah di
pasaran. Srikaya adalah salah satu dari buah yang paling penting di pedalaman
Brazil dan sangat menonjol di pasaran Bahia.
Srikaya Kuba tanpa biji diperkenalkan ke Florida pada tahun
1955, menghasilkan sedikit tanaman yang tumbuh dengan buruk dan menyisakan
sedikit biji yang tidak bisa tumbuh. Rasanya kurang menarik daripada buah
normal tapi dikembangbiakan dan didistribusikan sebagai suatu hal
baru. Jenis tanpa biji lainnya diperkenalkan dari Brazil.
Produksi buah yang buruk di Florida terjadi karena beberapa penyerbuk alamiah
(Iebah madu) pada masa-masa tertentu kesulitan masuk ke bunga betina yang
sangat tertutup. Akan tetapi penyerbukan tangan dengan menggunakan sikat
berserat natural efektif dalam meningkatkan hasil panen. Penyerbuk alam
meliputi kumbang (coleoptera) dari keluarga Nitidulidae, Staphylinidae,
Chrysomelidae, Curculionidae and Scarabeidae.
Tanaman srikaya membutuhkan iklim tropis atau dekat dengan
daerah tropis. Tanaman ini tidak berhasil di California karena musim dingin
benar-benar menghasilkan suhu yang sangat dingin walaupun di Israel dapat
bertahan beberapa derajat di bawah titik beku.
Umumnya tanaman srikaya paling baik tumbuh di daerah panas
dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap kondisi kekeringan. Akan tetapi di
Ceylon tanaman ini bisa tumbuh di wilayah basah maupun kering dengan ketinggian
tanah hingga 3,500 ft (1,066 m) dari permukaan laut.
Tanaman srikaya harus memiliki kelembaban lingkungan yang
tinggi tapi diharapkan tidak ada hujan ketika berbunga. Dalam kekeringan yang
parah, tanaman merontokan daun dan kulit buah mengeras dan akan pecah dengan
datangnya hujan.
Srikaya tidak hanya tumbuh di atas tanah biasa tapi juga
tumbuh dengan baik di atas tanah gamping dan tanah liat dengan pengairan yang
baik.
Menghentikan
irigasi tidak bisa ditoleransi. Tanaman ini berakar dangkal. Air irigasi berisi
lebih dari 300 ppm chlorine sehingga bisa mencegah tanaman dari kerusakan.
Pembenihan dengan
biji mungkin membutuhkan waktu 30 hari atau lebih tapi dapat dipercepat dengan
merendam selama 3 hari atau melalui scarifying. Sementara tanaman umumnya
tumbuh dari biji, pembiakan dengan cara vege-tatif dipraktikan. Cara ini
memberikan keuntungan bisa pa-nen lebih awal dan buahnya juga lebih banyak.
Tanaman baru
mungkin dibiarkan tumbuh normal atau diokulasi ketika berusia 1 tahun. Di
India, tanaman terpilih diokulasi pada bibit A. reticulata yang bisa berbunga
dalam 4 bulan dan berbuah dalam waktu 8 bulan sesudah ditanam, dibandingkan
dengan 2 - 4 tahun dengan cara dibiarkan tumbuh dengan cara biasa.
Pohon-pohon yang
diokulasi batangnya kokoh, buahnya mengandung sedikit biji dan lebih seragam
dalam ukuran. A. senegalensis digunakan sebagai rootstock di Mesir. A. glabra
juga bagus digunakan tapi tanamannya menjadi kurang kuat.
Di India
penanaman terbaik dilakukan pada Januari, Maret, dan Juni. Hasilnya akan jelek
bila dilakukan pada Juli, Agustus, Nopember atau Desember. Okulasi hanya da¬pat
dilakukan dari Desember - Mei. Tapi ini membutuhkan keahlian yang tinggi karena
tingkat keberhasilan tidak lebih dari 58.33%. Shield-budding memberikan tingkat
keberhasilan hingga 75% dan ini merupakan metode komersial satu-satunya yang
memungkinkan
Penanaman dengan
sistem Inarching biasanya tingkat keberhasilannya mencapai 100%. Pemotongan,
pelapisan, pelapisan udara memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Tanaman
yang tumbuh dengan teknik ini akarnya dangkal dan tidak dapat bertahan
menghadapi kekeringan sebaik dengan biji.
Di Mesir, setiap
tanaman srikaya diberi areal tanam seluas 10 x 10 ft (3x3 m) untuk meningkatkan
kelembaban lingkungan dan memperbaiki penyerbukan. Para petani Palestina
membuat areal 16 x 16 ft (5x5 m) tapi mengu-bahnya menjadi 16 x 10 ft (5x3 m)
agar lebih memung-kinkan. Pada tanah yang diterangi sinar, tanaman membu-tuhkan
132 sampai 176 lbs (60-80 kg) pupuk per pohon pertahun dan direkomendasikan
untuk dilakukan tamba¬han nitrogen.
Di Indonesia,
tanaman srikaya bisa tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl, di
atas tanah biasa, berpasir sampai tanah lempung yang dilengkapi sistem
pengairan yang baik. Tumbuhan ini menyukai iklim panas, lembab tapi tidak
terlalu dingin atau banyak hujan. Tum-buhan ini tahan kekeringan dan akan
tumbuh subur bila mendapatkan pengairan yang cukup.
Di Jawa tumbuhan
srikaya ditanam sebagai tanaman buah. Perkembangbiakan dilakukan dengan biji
dan pen-cangkokan. Setiap tanaman mendapatkan areal tanam seluas 4x3 meter.
Kesuburan tanaman dan hasil buah dapat
dijaga dengan
pengaturan pengairan, pemupukan dan pe-mangkasan yang baik.
Tanaman mulai
berbuah pada umur 1--2 tahun. Buah lebat dicapai setelah tanaman berumur 3--4
tahun. Pemanenan dilakukan pada saat buah berwarna kekuningan atau sekitar 110--120
hari setelah berbunga.
Di beberapa
bagian dunia yang mengenal empat musim, tanaman yang berusia 5 tahun bisa
menghasilkan 50 buah per pohon pada akhir musim panas dan gugur. Tanaman
berusia lebih tua jarang yang jumlah buahnya me¬lebihi 100 biji per pohon tanpa
dipupuki. Bersama dengan berjalannya usia, ukuran buah menjadi Iebih kecil dan
itu dianggap paling baik untuk mengganti tanaman sesudah 10 -20 tahun.
Pupuk komersial
biasanya mengandung 3% N, 10 % P dan 10% K yang secara signifikan dapat meningkatkan
bunga, jumlah buah dan hasil. Pemangkasan yang berhati-hati dapat memperbaiki
bentuk dan memperkuat pohon. Ini hanya bisa dilakukan pada musim semi ketika
getah tumbuhan mulai muncul. Pemangkasan yang salah mungkin bisa membunuh
tanaman. Irigasi selama musim kering dan sekali lagi selama pematangan akan
meningkatkan ukuran buah.
Buah-buahan tidak
akan matang dan hanya berubah menjadi hitam dan kering apabila dipetik sebelum
berwarna kekuningan atau merah antara bagian-bagian kulit, tanda-tanda pertama
pemanenan. Apabila dibiarkan masak di atas pohon, buah sebagian akan jatuh.
Komentar
Posting Komentar