I. TEH MINUMAN PALING POPULER
MUNGKIN tak berlebihan kalau
dikatakan teh adalah minuman yang paling popular. Selain kopi, teh akrab
disaji-kan serta memenuhi kebutuhan untuk minum. Di antara kita pasti ada yang
memiliki kebiasaan minum teh di pagi atau sore hari. Di negeri kita, setiap warung,
rumah makan atau kafe pasti
menyediakan es teh atau teh hangat dalam menu yang ditawarkan.
Teh memang telah mendunia.
Pamornya sebagai minu-man yang menyehatkan sekaligus bagian dari gaya hidup telah tercatat sejak
berabad silam. Di berbagai belahan dunia terdapat budaya dan bahkan upacara
minum teh. Antara lain terdapat di Jepang, Cina, India, Turki, Vietnam,
Srilanka, dan Kenya. Bahkan negara-negara seperti Irlandia, Inggris, Rusia, dan
Kuwait telah masuk daftar negara dengan tingkat konsumsi teh tertinggi di dunia
Saat ini teh telah mendominasi di
lebih dari 45 negara dan dikonsumsi di Iebih dari 115 negara di seluruh dunia.
Irlandia adalah konsumen terbesar di dunia. Di sini setiap orang rata-rata
mengkonsumsi teh delapan galas sehari. Namun produsen sekaligus konsumen
terbesar teh adalah India. Di negeri ini di mana saja dan kapan saja, chaff
(teh) menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Konon seorang penikmat teh memiliki pembawaan
yang jauh Iebih rasional dan tenang dibandingkan penikmat kopi ataupun wine.
Selain itu, orang yang memiliki kebiasaan minum teh dalam hidupnya juga akan
tampak Iebih muda dibandingkan dengan orang-orang seusianya.
"Minum teh adalah sebuah
kebiasaan yang harus kita pelihara. Teh bukan obat yang begitu diminum Iangsung
sembuh. Perlu waktu panjang untuk merasakan manfaat¬nya, juga diimbangi dengan
pola hidup sehat. Percuma rajin minum teh, tapi tetap hobi makan-makanan
bersantan, berminyak, bergadang dan merokok," kata Suwarni Widjaja, Master
of Tea Ceremony Urasenke Indonesia.
Setidaknya ada sebelas alasan
kenapa orang harus minum teh : .
Merupakan bahan alami, aman
dikonsumsi dan minuman yang murni bebas lemak, kalori atau sodium.
Menyegarkan dan menenangkan.
Menghilangkan rasa kantuk, memicu
daya pikir dan memperbaiki ingatan.
Mengurangi risiko kanker.
Mengurangi risiko penyakit cardio
vascular.
Menurunkan kadar kolesterol,
terutama Low Density
Membantu memperkuat daya tahan
tubuh terhadap serangan penyakit yang bersumber dari virus.
Mencegah infeksi.
Memperbaiki kesehatan gigi dan
kepadatan tulang.
Memperpanjang umur.
Mempererat ikatan kekerabatan.
Kisah yang paling banyak ditulis tentang asal-usul teh adalah cerita tentang
Kaisar Shen Nung yang hidup sekitar 5000 tahun yang lalu. Kaisar Shen Nung
bukan hanya terkenal sebagai seorang Kaisar tetapi juga disebut sebagai the
Divine Healer (Sang Penyembuh dari ilahi).
Konon penemuan teh oleh sang
kaisar terjadi secara tldak sengaja. Suatu hari ketika is beristirahat dalam
perjalanan tergoda untuk meminumnya. Aromanya yang sedap, rasanya yang sepat
dan pahit ternyata sangat disukai oleh Sang Kaisar. Kaisar percaya rasa sepat
dan pahit itu dapat membuat tubuh lebih segar. Sejak itu Kaisar Shen Nung kerap
kali meminum teh dan sejak itu pula teh menjadi sangat populer di seluruh
penjuru Cina.
Cerita lainnya, Daruma adalah
pembawa ajaran agama Zen Buddha (Father of Zen Buddha) di Jepang pada tahun 600
Masehi. Terdapat beberapa versi tentang penemuan tanaman teh di Jepang yang
dihubungkan dengan Daruma. Legenda menyebutkan bahwa Daruma yang sedang
mem-pelajari agama Zen Buddha sedang bertapa tanpa tidur ataupun memejamkan
matanya selama tujuh tahun (ada yang menyebutkan sembilan tahun).
Versi lain menyebutkan Daruma
duduk bertapa tanpa bergerak sampai akhirnya kedua kakinya lumpuh. Dan legenda
paling eksterm menyebutkan bahwa Daruma sengaja merobek kedua kelopak matanya
untuk menghindari tertidur pada saat bertapa. Lalu kelopak matanya terjatuh di
tanah. Keajaiban terjadi. Di tempat di mana kelopak mata tersebut jatuh tumbuh
tanaman teh yang pertama di Jepang
Nama Daruma menjadi terkenal.
Kedua matanya yang besar sebagai ikon dan sosoknya dijadikan boneka terkenal di
negeri jepang.
Untuk pertama kalinya pada tahun 780 Masehi seorang
Cendikiawan bernama Lu Yu mengumpulkan
dan membukukan temuan-temuan akan manfaat dan kegunaan teh ke dalam sebuah literatur mengenai teh, yaitu
Ch'a Cing atau the classic of tea
Buku tersebut menggambarkan teh
merupakan minuman yang membuat kita
lebih bersemangat bila meminumnya menentramkan hati, membuka pikiran dan
mencegah rasa kantuk, membuat badan terasa ringan dan segar serta meningkatkan
kemampuan berpikir.
Di masa Dinasti Ming (1368 —
1644), bangsa Cina mulai menyeduh teh dengan air mendidih. Dengan sedikit
adaptasi, tempat penuang anggur tradisional dari Cina yang menggunakan penutup
menjadi teko teh yang sempurna
Selama masa pemerintahan Dinasti
Han, Tang, Soon dan Yuan, komoditas teh diperkenalkan ke dunia luar (dari Cina)
melalui pertukaran kebudayaan menyeberangi Asia Tengah, menyelusri benua Eropa
sambil memperdagangkan kain sutra (disebut Jalur Sutra).
East India Company atau
Perusahaan Hindia Timur Britania yang didirikan oleh Ratu Elizabeth I, 31
Desember 1600 datang ke Hindia Timur untuk memonopoli perdagangan di kawasan
itu. Tahun 1669, East India Company mendapatkan lisensi untuk mendatangkan teh
dari Cina ke Inggris dengan menggunakan kapal Elizabeth I
Komentar
Posting Komentar