Manfaat Kunyit Putih
1. Populer Sebagai Anti Kanker
Dikalangan awam, nama kunyit putih memang masih terasa
sangat asing. Bahkan kalangan ibu-ibu yang setiap hari memasak di dapur
kebanyakan hanya mengenal kunyit/ kunyit merah. Karena kunyit merah inilah yang
biasanya digunakan sebagai bumbu masakan.
Namun di kalangan para peracik obat tradisional, kunyit
putih sudah tidak asing lagi. Kunyit putih banyak digunakan sebagai bahan untuk
membuat jamu atau obat tradisional melalui berbagai ramuan. Nama kunyit putih
semakin berkibar di kalangan ini ketika berbagai hasil penelitian menemukan
bahwa kunyit putih ternyata mengandung senyawa kimia yang berkhasiat mencegah
berkembangbiaknya sel-sel kanker.
Secara fisik dan rasa, kunyit dan kunyit putih memang
berbeda. Kunyit merah memiliki warna daging jingga oranye. Ukurannya pun
cenderung lebih besar dibanding kunyit putih. Sedangkan dalam hal rasa, rimpang
kunyit putih lebih getir ketimbang saudaranya. Namun aromanya lebih khas dan
kuat lantaran kandungan minyak atsirinya yang lebih banyak.
Yang perlu diperjelas adalah bahwa tidak semua kunyit putih
memiliki khasiat menangkal kanker. Di tengah-tengah masyarakat sejak lama
dikenal 3 jenis kunyit putih yaitu kunyit putih gombyok atau kunyit putih pepet
(Kaempferia rotunda), Curcuma zedoaria, dan Curcuma mangga. Kunyit jenis
pertama hanya bermanfaat untuk therapi penyakit diare dan disentri saja,
seperti yang ditulis dalam buku Obat Asli Indonesia karangan Prof. Dr. Seno
Sastroamijoyo. Jenis kedua dan ketiga memiliki khasiat untuk menyembuhkan
herbagai penyakit, termasuk kanker dan tumor .
Kunyit Putih Pepet mempunyai ciri: umbinya berwarna putih,
berbentuk bintil-bintil, air ekstraknya lengket dan pekat dan bila dijadikan
bubuk akan berwarna putih. Semen-Lira Curcuma mangga mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut: bentuk umbinya seperti umbi jahe dan berwarna kuning rnuda
(krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni. Bila telah
diekstrak atau dijadikan bubuk warnanya tetap kuning muda (krem). Jenis kunyit
inilah yang benar-benar bisa mencegah dan mengobati kanker.
2. Kandungan Kimia
Dibanding dengan dua jenis kunyit putih Iainnya, kunci pepet
memiliki khasiat yang terbatas. Rimpang ini antara lain dapat berfungsi sebagai
anti inflasi (peradangan), anti¬piretika dan membangkitkan selera makan.
Dalam masyarakat, secara tradisional rimpang kunci pepet ini
digunakan sebagai obat sakit perut dan disentri. Umbi-umbinya yang kecil dan
berair mempunyai khasiat mendinginkan. Karenanya, tanaman ini juga dimanfaatkan
sebagai bahan bedak, campuran jamu ibu melahirkan dan penambah nafsu makan.
Selain itu Kaempferia rotunda di-gunakan dalam pembuatan harum-haruman, anti
serangga, serta dijadikan bahan makanan sebagai sayuran atau lalapan.
Jenis kunyit putih yang lain, Curcuma zedoaria sinonim
dengan Curcuma paliida. Di Indonesia disebut temu putih. Di kalangan masyarakat
Sunda, rimpang ini disebut koneng tegal atau koneng bodas (Sunda). Di Jawa
disebut temu pepet. Nama asing rimpang ini adalah White Tumeric (Inggris)
Di kalangan
masyarakat Sunda, rimpang ini disebut koneng tegal atau koneng bodas (Sunda).
Di Jawa disebut temu pepet. Nama asing rimpang ini adalah White Tumeric
(Inggris). Di
India disebut Ambhalad (India), dan di Spanyol cedoaria dan di China Er-chu.
Curcumazedoariamasukklasifikasi,divisio:Spermatophyta,
subdivisio: Angiospermae, kelas: Monocotyledonae, bangsa:
Zingiberales,
suku: Zingiberaceae, marga: Curcuma, jenis : Curcuma zedoaria.
Curcuma zedoaria
kaya akan komponen senyawa kimia yang antara lain terdiri dari conco/e,
camphene, borneol, camphor, curemin, zedoarin, gum, resin hingga tepung.
Rimpang kunyit putih jenis ini mengandung 1 - 2,5% minyak atsiri yang sebagian
besar berupa seskuiterpen dan terdiri dari tak kurang dari 20 komponen antara
lain zeadorane, epicurminol, dan lainnya.8) Kandungan kimia lainnya adalah:
cineole,zingeberene,curcumin,
curcumol dan curdione.Secara tradisional rimpang ini digunakan
sebagai
antimikroba dan antifungal. Dalam rimpang ini terkandung senyawa
cyclopropanosesquiterpene, curcu-menone dan
spirolactones, curcumanolide A dan curcumunolide B. Pada shoots muda
dari C. zedoaria terkandung ( f)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet
kunci pada biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids.
Curcuma zedoaria
juga memiliki kandungan kimia: kur-kuminoid (diarilheptanoid), dan polisakarida
serta golongan lain. Diarilheptanoid yang telah diketahui meliputi: kurku¬min,
demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis
(4-hidroksifeniI)-1,4,6-heptatrien-3-on.
Di dalam minyak
atsiri Curcuma zedoaria, yang berupa cairan kental kuning emas terkandung:
monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen terdiri dari: monoterpen hidrokarbon
(alfa pinen, D-kamfen), monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton
(D-kamfer), dan monoterpen oksida (sineol).
Seskuiterpen
terdiri dari: golongan bisabolen, elema, ger makran, eudesman, guaian dan
golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi: etil-p-metoksisinamat,
3,7-dimetillin dan karboksilat. Penelitian lain menyebutkan kandungan minyak
atsiri pada Curcuma zedoaria berupa 1,8 cineol (18.5%), cymene (18.42%),
-phellandrene (14.9%).
Golongan
seskuiterpen yaitu -Turmerone dan arturmeron yang diisolasi dari rhizoma
Curcuma zedoaria menghambat produksi prostaglandin E2 terinduksi
lipopolisakarida (LPS) pada kultur sel makrofag tikus RAW 264.7 dengan pola
tergantung dosis. Senyawa ini juga menunjukkan efek penghambatan produksi
nitric oxide terinduksi LPS pada sistem sel (hong et al.,2002).
Komentar
Posting Komentar