SEJARAH KEMANGI
Di Indonesia, kemangi terkenal sebagai sayuran yang digunakan untuk
lalapan dan memiliki aroma wangi yang khas. Biasanya kemangi menjadi lalapan untuk masakan seperti pecel
lele, bandeng presto, tempe penyet, ikan goreng, ayam goreng, dan sebagainya.
Sebagai lalapan kemangi
biasanya dipasangkan dengan irisan ketimun, kacang panjang, kubis, dan sambal.
Sebetulnya kemangi tidak hanya
digunakan untuk lalapan saja.
Di Indonesia dan berbagai belahan
dunia lainnya, kemangi juga
digunakan sebagai bumbu masak untuk sayur dan lank pauk berkuah. Sedangkan biji
kemangi, selasih, digunakan sebagai salah satu bahan minuman, yang tidak hanya
membuat lebih enak rasanya
tapi juga menjadi lebih enak dilihat.
Penggunaan
kemangi untuk berbagai keperluan manusia sudah terekam sejak 4.000 tahun lalu
ketika tanaman itu tumbuh di Mesir. Di negeri Mesir Kuno, tanaman kemangi
digunakan sebagai tanaman pengawet dan digunakan sebagai ramuan untuk membalsem
mumi.
Mungkin karena pengunaan
untuk pembalseman mumi ini, kemangi juga menjadi simbol duka cita pada zaman
Yunani Kuno. Saat itu kemangi dikenal sebagai basilikon phuton, yang berarti
tanaman kerajaan yang hebat.
Dalam sejarah
Yunani, kemangi pernah mendapatkan tempat terhormat. lni tercermin dari asal-usul
kata kemangi (basil) yang berarti Raja. "Kemangi" di Yunani Kuno,
benar-benar berarti "kerajaan" atau "kingly". Karena di
berbagai wilayah kemangi digunakan sebagai parfum khusus untuk raja.
Selain itu kemangi juga digunakan oleh Kerajaan Yunani Kuno dan Inggris
untuk mandi dan pengobatan. Karena itulah kemangi disebut-sebut sebagai raja
herbal. Bahkan sebutan itu masih berlaku hingga kini yang digunakan oleh para
juru masak terkenal dunia.
Ada juga pendapat yang menyebut bahwa kemangi ditemukan tumbuh di sekitar
makam Jesus. Di zaman Yunani Kuno kemangi dipercaya tumbuh di tempat yang sama
dengan ditemukannya salib suci oleh Helen dan St. Constantine. ltulah sebabnya
kemangi digunakan untuk mempersiapkan air suci di Gereja Ortodok Yunani.
Pot-pot kemangi dipelihara di sekitar altar untuk pengobatan sebagaimana
dipercaya orang Yunani Kuno.
Legenda yang tumbuh pada zaman Yunani Kuno menyatakan kemangi digunakan
untuk pengobatan mereka yang terkena gigitan makhluk seperti naga yang dikenal
sebagai basilisk. Makhluk ini digambarkan sebagai memiliki kepala ayam jantan,
tubuh ular, dan sayap kelelawar. Deskripsi lainnya lain menyebut makhluk itu
berwujud separo naga, separo buaya dengan tatapan tajam yang bisa berakibat
fatal menurut mitologi Yunani.
Kemangi disebut-sebut sebagai satu-satunya yang bisa mengobati gigitan dari
makhluk tersebut. Karena efektivitas-nya terhadap makhluk basilisk yang
dimitoskan, kemangi juga dipercaya memiliki khasiat pengobatan ketika
diterap-kan untuk gigitan atau sengatan binatang.
Tak mengherankan kemudian muncul pAndangan bahwa nama kemangi (basil)
diduga berasal dari makhluk basilisk yang menakutkan tersebut. Tapi ada juga
legenda yang mengatakan bahwa setiap orang yang melihat makhluk ini akan langsung
mati sehingga kemangi tak lagi berguna.
Dewasa ini kemangi ditanam untuk digunakan sebagai ornament dan untuk
keperluan ritual agama tertentu sebagai simbol kesuburan.
Seperti di Yunani Kuno, pada zaman Romawi Kuno kemangi juga disebut
Basilescus, yang berarti Basilisk, naga yang menyemburkan api. Legenda
mengatakan, apabila Anda membawa kemangi setiap hari tanaman itu akan menangkal
serangan dari binatang buas.
Komentar
Posting Komentar