Populer di Kalimantan
Di Jawa nama kunyit putih seolah tenggelam di bawah nama-nama tanaman herbal
Iainnya seperti temulawak, ohe, sambiloto, brotowali, kuis kucing, dsb. Namun
di Ka-limantan, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara Samalinda, ternyata
kunyit putih menduduki peringkat pertama tanaman herbal yang paling banyak
digunakan sebagai bahanpengobatan.
Ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional (Batantra) dibuat
berdasarkan resep yang diwariskan secara urun temurun. Pengobatan dengan ramuan
ini disertai de¬ngan metode agama dan supranatural, pijat urat dan atau pijat
refleksi.
Dari segi kesehatan, pengobatan tersebut masih bersi-tat apa adanya dan
masih diragukan hygienitasnya. Selain itu battra (peracik obat) belum memegang
izin dari Departemen Kesehatan. Karena itu pengobatan tersebut masih belum
menghasilkan pelayanan pengobatan tradisional yang aman, bermutu, bermanfaat,
dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum.
Dalam rencana pengembangan obat bahan alam Badan POM, pengobatan
tradisional itu harus mendapatkan uji klinik. Sasarannya adalah semua upaya
pengobatan tradisional yang sering disebut sebagai obat bahan alam, obat asli
Indonesia, obat tradisional, biofarmaka, jamu, ramuan yang semuanya menunjukkan
pada satu arti yaitu tanaman berkhasiat obat balk empirik maupun ilmiah. Obat
semacam ini beredar dan digunakan secara luas oleh masyarakat, balk diproduksi
oleh industri (obat tradisional pabrikan) maupun dibuat sendiri dalam rumah
tangga.
Perkembanganteknologiinformasidewasa initelah mem¬permudah akses masyarakat
terhadap pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional (Batantra) melalui
pengobat tradisional (Battra) tidak hanya diminati oleh sekelompok masyarakat
desa atau mereka yang pendidikannya rendah tetapi juga mereka yang
berpendidikan tinggi.
Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada 9 (Sembilan) kecamatan yaitu :
di Kecamatan Muara Muntai, Sebulu, Tenggarong Seberang, Muara Badak, Kenohan,
Muara Wis, Marangkayu, Muara Jawa, Loa Janan, peracik obat tradisional (Battra)
di Kabupaten Kutai Kertanegara Iebih didominasi oleh perempuan. Mereka umumnya
berusia sekitar 35 sampai 45 tahun. Battra umumnya berpendidikan rendah atau
tidak sekolah. Dalam mengobati pasien hampir 65 %
atas dasar warisan nenek moyang.
Berdasarkan keterangan dari responden yang terdiri dari battra. peracik
jamu, gurah, tabib, sinshe dan pengobat tradisional lainnya yang metode
pengobatannya sejenis diketahui semuanya tidak mempunyai catatan tentang
pasien. Mereka juga tidak terdaftar di Dinas Kesehatan setempat. Namun yang
mengejutkan, survei yang dilakukan ter¬hadap para pasien menunjukan adanya
tingkat kepercayaan yang cukup tinggi terhadap Battra. Hampir 90 % pasien
menyatakan bahwa setelah berobat, penyakit berangsur sembuh. Namun data
kesembuhan didukung pula oleh adanya informasi bahwa selain berobat ke Battra,
pasien
berobat juga ke dokter (53%).
Dari identifikasi jenistanaman obatyangdigunakan untuk kanker, terdapat 15
jenis tanaman obat yang digunakan. Benalu dan kunyit putih merupakan tanaman
yang memang sering digunakan untuk mengobati kanker. Yang rnenjadi pertanyaan
bagaimana mungkin untuk mengobati kanker hanya dibutuhkan waktu 3-4 hari.
Pertanyaan lainnya, adalah petunjuk bahwa ramuan diminum sampai sembuh.
Yang paling menonjol adalah untuk menentukan ba-nyaknya bahan yang akan
digunakan belum digunakan timbangan. Dalam hal pengobatan diabetes misalnya,
ra¬muan yang digunakan cukup rasional, karena menggunakan tanaman obat yang
secara empiris digunakan untuk me¬ngobati diabetes.) Tapi masalahnya dosis yang
diberikan oleh para Battra terlalu bervariasi karena tidak menggunakan
timbangan. Penggunaan bahan dengan rnenggunakan perasaan memiliki sisi negatif.
Kalau terlalu banyak bisa berakibat negatif terhadap kesehatan penderita.
Misalnya saja menyebabkan penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, karena
adanya penumpukan bahan ramuan di dalam ginjal
Apalagi daya tahan setiap penderita tidak sama.
Penyakit darah tinggi , kolesterol dan stroke merupakan penyakit yang
berkaitan sebab akibat. Namun ramuan yang digunakan belumlah cukup dianggap
rasional, mengingat dukungan empiris belum terlihat.
Komentar
Posting Komentar